Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, pertumbuhan konsumsi rumah tangga selama Juli-September tahun ini hanya sebesar 4,93 persen atawa melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 5,01 persen.
"Tidak ada urusan daya beli," ujarnya di kantor Kementerian Perdagangan, Senin (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak muda sekarang untuk jalan memilih item, naik turun tangga sudah malas. Mereka pilihannya lihat instagram atau mereka ke special store (toko khusus),” katanya.
Meskipun perusahaan ritel menutup beberapa gerainya, buktinya laporan keuangan perusahaan juga masih menunjukkan tren positif.
Secara umum, Enggartiasto menilai, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga cukup menggembirakan. Pasalnya, tren pertumbuhan terus menunjukkan tren kenaikan. Terlebih, pertumbuhan ekonomi juga diiringi dengan inflasi yang terjaga.
"Sekarang ini, di mana lagi negara di dunia yang bisa lebih cepat dan lebih tinggi," pungkasnya. (bir)