Genjot Digitalisasi, BRI Janji Tak Akan PHK Karyawan

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 10/11/2017 14:00 WIB
Genjot Digitalisasi, BRI Janji Tak Akan PHK Karyawan Alih-alih melakukan PHK, BRI mengaku akan mengalihkan sebagian karyawannya di bagian support yang tak lagi dibutuhkan seiring digitalisasi ke marketing. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menegaskan tidak bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya seiring dengan efisiensi yang dilakukan pihaknya melalui layanan digital.

Direktur UMKM BRI, Priyastomo mengatakan, layanan digital sudah diberlakukan tetapi belum secara menyeluruh. Sejauh ini, baru kredit UMKM dan konsumer yang bisa dilakukan secara digital. Maka dari itu, perusahaan berharap mulai tahun depan, seluruh jenis penyaluran kredit bisa dioptimalkan melalui layanan digital.

"Dulu lima sampai tujuh hari (proses pencairan kredit). Sekarang kami harapkan satu hari atau kurang. Semua tahun depan diharapkan sudah berjalan di semua unit," ungkap Priyastomo, Jumat (10/11).

Ia menjelaskan, digitalisasi layanan kredit akan menekan biaya operasional perusahaan bakal lebih rendah. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada pengurangan karyawan. Perusahaan menurut dia, hanya akan memindahkan sebagian besar karyawan di bagian support yang sudah tak dibutuhkan seiring proses digitalisasi ke bagian marketing.

"Terkait karyawan untuk support ada 55 persen, marketing 45 persen. Pertumbuhan saat ini terkait proses digital perbankan akan kami kurangi dan alihkan untuk marketing," papar Priyastomo.

Berbeda dengan bagian support yang tak lagi membutuhkan tenaga banyak, pihaknya masih membutuhkan tenaga marketing yang cukup banyak. Mereka, menurut dia, dibutuhkan, terutama untuk memasarkan produk anak usahanya, seperti BRI Life dan BRI Finance.

Bila sesuai rencana, perusahaan akan memindahkan 15 persen karyawannya yang saat ini masih berada di bagian support ke marketing. Dengan demikian, hanya 40 persen karyawan BRI yang akan tersisa untuk support. Adapun saat ini, menurut dia, karyawan BRI mencapai 130 ribu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, total belanja modal (capital expenditure/capex) BRI sepanjang tahun ini sebesar Rp5 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persennya digunakan untuk pengembangan teknologi informasi (TI).

"Tahun depan kami naikan lagi karena kebutuhan capex otomatisasi dan digitalisasi naik. Nanti kami naikan Rp7 triliun. Jadi 40 persen sampai 50 persen untuk IT," jelas Haru. (agi/agi)