"Saat ini rata-rata suku bunga KPR nonsubsidi perseroan di kisaran 9,5 persen kami akan berusaha turunkan tergantung dari biaya dana kita dari dana pihak ketiga," tutur Direktur Utama BTN Maryono usai menghadiri sebuah acara di kantornya, Selasa (14/11).
Sejak awal tahun, lanjut Maryono, rata-rata suku bunga KPR nonsubsidi BTN telah turun 100 hingga 150 bsp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau harga rumahnya bisa turun, pasti permintaannya akan bisa ini (menjangkau). Harga rumah naik karena harga tanah mahal, makanya yang laku itu KPR subsidi karena harganya murah," ujarnya.
Pernyataan Maryono mengkonfirmasi hasil survei residensial Bank Indonesia (BI) baru-baru ini yang menyatakan tingginya suku bunga yang saat ini berkisar 9,69 persen hingga 13,02 persen menjadi faktor utama penghambat bisnis properti.
Sepanjang 2017, BTN menargetkan bisa menyalurkan kredit perumahan untuk 666 ribu unit rumah dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah. Target tersebut terdiri dari penyaluran pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah. Kemudian, penyaluran pembiayaan untuk jenis rumah non-subsidi ditargetkan sebanyak 161.878 unit rumah.
Hingga akhir Oktober 2017, perseroan telah merealisasikan penyaluran kredit untuk 501.626 unit rumah atau setara 75,32 persen dari target. Jumlah unit tersebut setara penyaluran kredit senilai Rp55,7 triliun.
Jika dirinci, untuk jenis rumah subsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 346.925 unit rumah atau setara Rp24,86 triliun. Untuk jenis rumah nonsubsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp30,84 triliun. (agi)