"Secara bisnis, wilayah ini (Kampung Nelayan Puger) masih memiliki potensi bisnis serta memenuhi syarat yang berlaku dan pengembangan kawasan ini akan mendukung ekonomi kerakyatan,” ujar Direktur Utama BTN Maryono usai melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Pemkab Jember di Jakarta, Selasa (14/11)
Selain akan membangun dan membenahi kawasan hunian bagi nelayan tersebut, menurut Maryono, perseroan juga berencana akan menggelar akad KPR secara serentak bagi 2.002 unit rumah di Jember. Jumlah tersebut naik dari jumlah akad serentak pada tahun sebelumnya sejumlah 1.001 unit yang juga meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, melalui kemitraan tersebut, perseroan juga akan menyediakan berbagai jasa dan layanan perbankan bagi Pemkab Jember, antara lain di bidang e-retribusi.
"Kami mempertimbangkan untuk mengganti persyaratan jaminan dengan asuransi,"ujarnya.
Selain terus menggelar kemitraan, perseroan juga menggelar berbagai langkah strategis dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah. Di antaranya, perseroan melakukan berbagai relaksasi ketentuan kredit baik KPR maupun kredit konstruksi. Bank yang tengah menggelar transformasi digital ini juga terus meningkatkan kapasitas IT, menambah jaringan serta menambah jumlah dan kompetensi sumber daya manusia. Dalam menjalankan berbagai strategi tersebut, Bank BTN juga tetap mengutamakan risk management dalam rangka mengimplementasikan good corporate governance (GCG).
Di tempat yang sama Bupati Jember Faida menambahkan, kerja sama dengan perseroan merupakan langkah strategis pemda untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan, antara lain dengan membangun kawasan hunian nelayan. Saat ini, lanjut Faida, Jember memiliki belasan ribu warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
"Pasar yang belum tergarap di Jember ini adalah nelayan. Kami punya area yang cukup luas untuk itu," ujar Faida.
Satu Juta Rumah
Sementara itu, sepanjang 2017, perseroan menargetkan bisa menyalurkan kredit perumahan untuk 666 ribu unit rumah dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah. Target tersebut terdiri dari penyaluran pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah dan nonsubsidi sebanyak 161.878 unit rumah.
Lihat juga:BTN Bidik 67 Ribu Nasabah Kalangan Milenial |
Hingga akhir Oktober 2017, perseroan telah merealisasikan penyaluran kredit untuk 501.626 unit rumah atau setara 75,32 persen dari target. Jumlah unit tersebut setara penyaluran kredit senilai Rp55,7 triliun.
Jika dirinci, untuk jenis rumah subsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 346.925 unit rumah atau setara Rp24,86 triliun. Untuk jenis rumah non-subsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp30,84 triliun.
"Kami optimistis bisa mencapai target penyaluran program satu juta rumah tahun ini, bahkan bisa lebih," ujar Maryono. (agi)