"Setelah Meksiko, akan dibuat penetrasi pasar ke Guatemala, El Salvador dan Belize," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, mengutip ANTARA, Rabu (15/11).
Namun demikian, ia menjelaskan, sebelum transaksi jual-beli pesawat berlangsung, antarnegara harus melakukan perjanjian terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjanjian kerjasama tersebut disampaikan pada acara Forum Konsultasi Bilateral ke-6 Indonesia-Mexico yang diselenggarakan di Mexico tanggal 10-12 November lalu.
Lihat juga:Melihat Kecanggihan N219 'Nurtanio' |
"Mexico adalah mitra penerbangan bilateral yang penting bagi Indonesia. Untuk itu, sangat perlu melakukan kerja sama pengakuan sistem kelaikudaraan antar kedua negara ini agar hubungan kita lebih baik lagi dan menguntungkan di masa mendatang," kata Agus.
Menurut Agus, ada potensi bagus bagi Indonesia untuk menjadikan Mexico dan negara-negara sekitarnya sebagai pasar penerbangan. Salah satunya, untuk penjualan pesawat N219 produksi PT DI kepada Promotora Aerospacial El Paso (PAEP) Mexico.
"Untuk itu, diperlukan kerja sama terkait kelaikudaraan, sehingga mempermudah proses penjualan pesawat tersebut. Salah satu elemen utama yang akan disertakan dalam BAA tersebut adalah sertifikasi produk-produk penerbangan di Indonesia, sehingga bisa digunakan dan diakui langsung di Meksiko," imbuh Agus.
Pesawat N219 yang dalam ujinya resmi diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo merupakan produk penerbangan unggulan Indonesia yang sedang dipasarkan ke manca negara.
N219 dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan yang bisa melayani rute pendek dengan 19 penumpang. Pesawat jenis ini dinilai pas untuk menghubungkan banyak daerah terpencil di gunung maupun pada kondisi ekstrem lainnya.
"Dengan kinerja awal, N219 mampu mendarat di landasan pacu pendek dengan fasilitas bandara minimum. Kami berharap, pesawat ini bisa menjawab kebutuhan pesawat kecil untuk negara kita dan juga negara sahabat kita", ujar Agus.
PT DI yang diwakili anak perusahaan IPTN North America dengan PAEP saat ini dalam penandatanganan kesepakatan dan pembuatan kerangka kerja lanjutan. Dengan penandatanganan FOA tersebut diharapkan dapat mendorong penjualan 30 pesawat N219 di Mexico dalam kurun waktu lima tahun mendatang.
Selain itu, IPTN North America juga telah mencapai kesepakatan sekaligus meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Light Blue. S.A. (Aero Resource Energy) Guatemala pada 8 Mei 2017 lalu. (bir)