Pemerintah Jajakan Nurtanio ke Amerika Selatan

Christine Novita Nababan , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 11:34 WIB
Pemerintah Jajakan Nurtanio ke Amerika Selatan Rencananya, penetrasi pasar penjualan pesawat Nurtanio akan dimulai dari Meksiko. Dilanjutkan ke Guatemala, El Salvador, dan Belize. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mulai menyasar pasar Amerika Selatan untuk menjual pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang dinamai Nurtanio. Rencananya, penetrasi pasar dimulai dari Meksiko.

"Setelah Meksiko, akan dibuat penetrasi pasar ke Guatemala, El Salvador dan Belize," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, mengutip ANTARA, Rabu (15/11).

Namun demikian, ia menjelaskan, sebelum transaksi jual-beli pesawat berlangsung, antarnegara harus melakukan perjanjian terlebih dahulu.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Pemerintah Mexico sudah sepakat kerja sama sektor penerbangan antarkedua negara melalui proses penandatanganan Bilateral Airworthines Agreement antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub dengan Directorate General of Civil Aeronautics Republic Mexico.

Perjanjian kerjasama tersebut disampaikan pada acara Forum Konsultasi Bilateral ke-6 Indonesia-Mexico yang diselenggarakan di Mexico tanggal 10-12 November lalu.

Perjanjian kerja sama itu terkait dengan Perjanjian Layanan Udara antara Pemerintah RI dan Meksiko, dimana kedua belah pihak menjadi bagian dari Konvensi Penerbangan Sipil Internasional yang dibuka dan ditandatangani di Chicago pada 7 Desember 1944 silam.

Kerja sama ini juga mengimbau untuk saling mempromosikan layanan udara internasional dan untuk membangun layanan terjadwal antara masing-masing wilayah, serta memastikan tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi dalam layanan udara internasional.

"Mexico adalah mitra penerbangan bilateral yang penting bagi Indonesia. Untuk itu, sangat perlu melakukan kerja sama pengakuan sistem kelaikudaraan antar kedua negara ini agar hubungan kita lebih baik lagi dan menguntungkan di masa mendatang," kata Agus.

Menurut Agus, ada potensi bagus bagi Indonesia untuk menjadikan Mexico dan negara-negara sekitarnya sebagai pasar penerbangan. Salah satunya, untuk penjualan pesawat N219 produksi PT DI kepada Promotora Aerospacial El Paso (PAEP) Mexico.

PAEP yang merupakan perusahaan Mexico bekerja sama dengan Pemerintah Negara Bagian Chihuahua untuk mengembangkan regional airline untuk menghubungkan kota-kota di seantero Meksiko dan Amerika Serikat.

"Untuk itu, diperlukan kerja sama terkait kelaikudaraan, sehingga mempermudah proses penjualan pesawat tersebut. Salah satu elemen utama yang akan disertakan dalam BAA tersebut adalah sertifikasi produk-produk penerbangan di Indonesia, sehingga bisa digunakan dan diakui langsung di Meksiko," imbuh Agus.

Pesawat N219 yang dalam ujinya resmi diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo merupakan produk penerbangan unggulan Indonesia yang sedang dipasarkan ke manca negara.

Kemenhub akan melakukan berbagai upaya guna mendorong suksesnya pengembangan bisnis pesawat ini karena sebelumnya sudah banyak pesawat dari PT DI yang dbeli oleh Meksiko.

N219 dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan yang bisa melayani rute pendek dengan 19 penumpang. Pesawat jenis ini dinilai pas untuk menghubungkan banyak daerah terpencil di gunung maupun pada kondisi ekstrem lainnya.

"Dengan kinerja awal, N219 mampu mendarat di landasan pacu pendek dengan fasilitas bandara minimum. Kami berharap, pesawat ini bisa menjawab kebutuhan pesawat kecil untuk negara kita dan juga negara sahabat kita", ujar Agus.

PT DI yang diwakili anak perusahaan IPTN North America dengan PAEP saat ini dalam penandatanganan kesepakatan dan pembuatan kerangka kerja lanjutan. Dengan penandatanganan FOA tersebut diharapkan dapat mendorong penjualan 30 pesawat N219 di Mexico dalam kurun waktu lima tahun mendatang.

Selain itu, IPTN North America juga telah mencapai kesepakatan sekaligus meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Light Blue. S.A. (Aero Resource Energy) Guatemala pada 8 Mei 2017 lalu. (bir)