Fitur ini merupakan simulasi yang memberikan gambaran atas penggunaan uang pajak masyarkat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.
Simulasi tersebut dimulai dengan memasukkan berapa kira-kira pajak yang Anda bayarkan dalam satu tahun. Kemudian secara otomatis, fitur tersebut akan menunjukkan kemana saja alokasi pajak Anda akan disalurkan pemerintah tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rehat Bayar PPN Demi Mengais Daya Beli |
CNNIndonesia.com pun ikut menjajal fitur tersebut melalui tautan www.kemenkeu.go.id/alokasipajakmu dengan memasukkan besaran pembayaran pajak sebesar Rp1juta. Hasilnya, fitur tersebut menunjukkan alokasi pajak untuk belanja pemerintah pusat paling besar dibayarkan untuk pelayanan umum sebesar Rp170.640, disusul ekonomi Rp149.152, dan perlindungan sosial Rp75.840.
Kemudian, alokasi pajak untuk belanja daerah, paling besar adalah untuk dana alokasi umum sebesar Rp197.616, dana alokasi khusus nonfisik Rp55.200, dan dana bagi hasil Rp44.528.
Berikutnya adalah alokasi untuk dana desa Rp 28.704, dana alokasi khusus fisik Rp 27.968, dana otonomi khusus Rp 9.200, dana insentif ke daerah Rp 3.680, dan dana keistimewaan Daerah Istimewa yogyakarta Rp 368.
"Dengan membayar pajak anda telah banyak berkontribusi kepada negara dan digunakan kembali untuk kepentingan kita bersama," Pungkas Sri Mulyani pun ikut menjajal fitur tersebut melalui tautan www.kemenkeu.go.id/alokasipajakmu dengan memasukkan besaran pembayaran pajak sebesar Rp1juta.
Hasilnya, fitur tersebut menunjukkan alokasi pajak untuk belanja pemerintah pusat paling besar dibayarkan untuk pelayanan umum sebesar Rp170.640, disusul ekonomi Rp149.152, dan perlindungan sosial Rp75.840. (agi)