"Terjadi perlambatan atau ada yang mungkin tidak tertangkap oleh data makro," kata Darmin di Jakarta, mengutip Antara, Kamis (16/11).
Di sisi lain, pertumbuhan ritel melalui jalur perdagangan elektronik (e-commerce) tumbuh 30 kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Namun, kecepatan pertumbuhannya, menurut dia, masih menumpuk pada kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin juga melihat, penetrasi digital ikut mengubah kecenderungan konsumsi masyarakat mulai bergerak ke kegiatan mengisi waktu luang (leisure).
Pemerintah pun menurut dia, telah menyiapkan sejumlah langkah guna masuk ke dinamika digital tersebut. Di sisi lain, pemerintah juga masih bergulat menyelesaikan peralihan dari dominasi ekonomi berbasis sumber daya alam ke manufaktur.
Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif atau SNKI.
Kemudian, dari sisi infrastruktur informasi, pemerintah sedang menyelesaikan proyek Palapa Ring yang melibatkan swasta dalam pembangunannya dan akan menjadi infrastruktur bagi teknologi informasi.
"Dengan selesainya proyek Palapa Ring ini, maka infrastruktur teknologi dan informasi akan relatif sangat merata di seluruh Indonesia baik dilihat dari kapasitas maupun kecepatannya. Harapannya masyarakat dan dunia usaha bisa menggunakan infrastruktur ini," terang Darmin. (agi)