"Penduduk miskin sangat rentan terhadap kenaikan harga, khususnya harga kelompok makanan," kata Sekretaris TPIP Iskandar Simorangkir ketika menjadi pembicara dalam pelatihan wartawan daerah, seperti dilansir ANTARA, Senin (20/11).
Iskandar berharap, inovasi pengendalian inflasi itu bisa disesuaikan dengan karakteristik daerah, sehingga berjalan efektif dalam menekan laju inflasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara nasional, kontribusi komponen makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 73 persen. Apabila terjadi kenaikan, misalnya untuk komoditas beras sekitar 10 persen, maka orang miskin baru di Indonesia bertambah sekitar 1,2 juta orang.
Pasalnya, harga yang tidak pasti mengakibatkan pengusaha menerapkan harga yang lebih tinggi.
Untuk jangka panjang, inflasi tinggi mengakibatkan pertumbuhan ekonomi nasional terhambat dan daya saing produk nasional juga berkurang.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membagikan pengalaman daerahnya dalam mengendalikan inflasi yang berujung pada penghargaan TPID Inovatif Presiden Joko Widodo kepada Pemprov Jawa Tengah 2016.
Ia menjelaskan, membuat aplikasi pengendalian inflasi bertajuk Sihati yang dapat memberikan indikator atau early warning apabila terjadi kenaikan harga komoditas.
"Sehingga, ini akan mempercepat pengambilan keputusan tanpa harus melakukan pertemuan fisik antarpemangku keputusan," ucapnya.
Kerja sama perdagangan antardaerah juga dilakukan untuk membantu daerah lain menekan kenaikan harga komoditas kalau daerah tersebut mengalami kelangkaan pasokan komoditas pangan. (bir)