Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Loto Srinata Ginting menyebut bahwa pembatalan dua lelang SBN tersebut seharusnya malah membawa defisit APBNP tepat di angka 2,67 persen. Meski demikian, jika ada ancaman defisit melebar, maka pemerintah akan ancang-ancang melelang SBN demi menambal defisit.
“Pembatalan dua lelang SBN di Desember ini membuat outlook (prospek) defisit tetap 2,67 persen,” ujarnya ditemui di Kemenkeu, Senin (20/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pemerintah tentu saja tetap memantau dinamika belanja negara menjelang akhir tahun lantaran sebagian besar Kementerian dan Lembaga (K/L) melakukan belanja di kuartal IV. Untuk itu, jika diperlukan, pemerintah bersiap melakukan lelang SBN kembali.
Adapun, koordinasi yang sama juga akan dilakukan untuk penerbitan SBN di 2018. Hanya saja, ia tidak ingat jumlah lelang yang akan dilakukan di tahun depan.
“Memang, kami harus koordinasi antara fiskal dan moneter, apalagi dengan BI,” ungkapnya.
Sayangnya, ia masih enggan menyebut berapa banyak jumlah lelang surat utang di tahun depan pasca pemerintah berkonsultasi dengan BI. “Semuanya memang sudah dibicarakan, nanti biar dari Kemenkeu yang memberitahu,” paparnya.
Target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun ini tercatat Rp712,9 triliun, di mana realisasinya mencapai 82,93 persen akhir September kemarin. Sementara itu, pembiayaan defisit melalui SBN dipatok Rp433 triliun di dalam APBNP 2017, di mana realisasinya hingga Agustus kemarin mencapai Rp346,9 triliun. (bir)