Gunung Agung Meletus, Ngurah Rai Buka Pusat Operasi Darurat

Lavinda , CNN Indonesia | Selasa, 21/11/2017 19:06 WIB
Gunung Agung Meletus, Ngurah Rai Buka Pusat Operasi Darurat PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, membuka Pusat Operasional Darurat (Emergency Operation Center/EOC) malam ini. (ANTARA/Nyoman Budhiana).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, membuka Pusat Operasional Darurat (Emergency Operation Center/EOC) malam ini, setelah Gunung Agung dilaporkan meletus tepat pada 17.05 WITA, Selasa (21/11).

Yanus Suprayogi, General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengatakan, kondisi penerbangan di bandara masih berjalan normal dan tak ada perubahan setelah Gunung Agung dilaporkan meletus.

Kendati demikian, pihak bandara membuka EOC secara aktif. Fungsinya, untuk mengkoordinir seluruh kegiatan operasional bandara dalam kondisi darurat seiring proyeksi terjadinya bencana dalam waktu dekat.


"Situasi saat ini belum ada perubahan, untuk jadwal penerbangan masih tetap, tapi kami mengantisipasi dengan EOC," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa(21/11).

Arie Ahsanurrohim, Communication and Legal Section Head AP I Bandara Ngurah Rai mengatakan, erupsi yang terjadi masih berskala kecil, aktivitas Bandara Ngurah Rai pun masih terpantau aman. Meski demikian, otoritas tetap memberi atensi khusus melalui pembukaan EOC malam ini.

"EOC berfungsi aktif agar alur komunikasi sudah pakem. Ada pengambilan keputusan yang jelas nanti," tuturnya.


Dia menjelaskan, seluruh pihak yang terkait dengan aktivitas bandara tak bisa menjalankan kebijakan sendiri-sendiri, melainkan harus melalui keputusan bersama. Untuk itu, EOC dibutuhkan sebagai sarana berkoordinasi dengan cepat dalam situasi darurat.

"Nanti seluruh pihak bandara akan memberi masukan kepada otoritas bandara. Akan ada pusat vulkanik juga yang mengirim laporan secara rutin terkait perkembangan bencana," tuturnya.

Pihak operasional bandara yang terlibat antara lain, maskapai penerbangan, PT Airnav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PVMG Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan Gunung Agung meletus dan berada pada status tetap siaga level 3. Hingga saat ini, aktivitas vulkanik masih dianalisis.

“Status tetap Siaga (level 3). Dari aktivitas vulkanik belum menunjukkan adanya lonjakan kenaikan kegempaan,” kata Kepala Pusat Data Infornasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (21/11).

(gir/lav)