Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, peningkatan cadangan gas tersebut tak lepas dari sumur-sumur baru di dalam negeri yang mulai beroperasi.
"Ketika Masela mulai (berproduksi), kita punya uncommitted lebih banyak lagi," ujar Arcandra saat menghadiri Indonesia Gas and LNG Buyers Summit di Hotel Shangri-la Jakarta, Selasa (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan perhitungan Arcandra, tahun ini terdapat 40 uncomitted cargo. Namun demikian, Arcandra mengungkapkan sebagian besar uncomitted cargo telah terjual ke pembeli. Adapun total uncomitted cargo tahun depan masih dihitung.
Arcandra mengakui pertumbuhan industri gas, terlebih permintaan ekspor dan kebutuhan pipa gas, Liquified Natural Gas (LNG), Liquified Petroleum Gas (LPG), dan suplai listrik yang tengah menjanjikan akan mendongkrak peningkatan serapan gas domestik.
Selanjutnya, proyek kilang Tangguh Train 3 juga mulai beroperasi pada 2020 yang diprediksi menambah pasokan hingga 3,8 juta ton per tahun (MTPA) dan Masela dengan cadangan gas 10,73 TFC yang rencananya mulai berproduksi pada 2026.
Sebagai informasi, pertumbuhan kebutuhan gas sendiri terus meningkat selama periode 2003 hingga 2016, di mana rata-rata pertumbuhannya mencapai 93 persen. Sementara, alokasi domestik terus naik. Per semester I 2017, alokasi gas domestik mencapai 60,4 persen.