“Pasokan listrik dan BBM berjalan dengan baik karena ada dipo di Bali sudah siap dan sudah berjalan dari waktu ke waktu dengan cadangan mungkin 20-25 hari ke depan, tergantung jenis BBM-nya,” ujar Jonan, Kamis (22/11).
Sementara untuk pasokan listrik, Jonan bilang, pemerintah telah memasang genset-genset tambahan dan menyiagakan transmisi Jawa Bali. Hal ini dimaksudkan untuk menopang kebutuhan listrik kala adan gangguan dari pembangkit listrik di sekitar Bali.
Di sisi lain, Jonan berharap masyarakat Bali dan wisatawan tak khawatir dengan situasi saat ini. Pasalnya, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sudah sejak lama menyiapkan simulasi dan skema penanganan bencana ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya himbau agar masyarakat tetap tenang mengikuti arahan BNPB dan juga Pemprov Bali. Keduanya akan tetap memberikan peringatan, apabila diperlukan satu dan lain hal. Jadi tenang saja, tidak perlu terlalu khawatir,” kata Jonan.
Pada Selasa kemarin tepatnya pukul 17.05 WITA, Gunung Agung yang terletak di Karangasem, Bali meletus dan mengeluarkan asap dengan ketinggian maksimum 700 meter ke arah Timur-Tenggara.
Bersamaan dengan itu, status Gunung Agung tetap berada di tingkat Siaga atau level tiga. Meski, belum menunjukkan adanya potensi lonjakan kenaikan kegempaan. (agi)