“Tidak benar, sampai saat ini belum ada penunjukan Dirjen Pajak yang baru,” kata Johan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/11).
TPA merupakan tim yang dibentuk Presiden guna menyeleksi calon pejabat eseleon I Kementerian dan Lembaga, maupun Direktur Utama BUMN-BUMN tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan berkomenter terkait kabar penunjukkan Robert Pakpahan sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru, menggantikan Ken Dwijugiasteadi akan memasuki masa pensiun pada Desember 2017. Kendati demikian, Ia mengaku berharap posisi tersebut segera diisi tanpa harus menunjuk pelaksana tugas (PLT) guna mengisi sementara kekosongan posisi yang ditinggalkan Ken.
Mekanisme penunjukannya sendiri menurut Sri Mulyani, tetap sama seperti penunjukan dirjen sebelumnya, yang antara lain melalui Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin presiden.
"(Mekanismenya) tetap bisa disampaikan kepada presidenm kemudian mekanisme Tim Penilaian Akhir dilakukan oleh presiden, dipimpin oleh presiden dan baru ditetapkan," Jelasnya.
Di tengah transisi pergantian kepemimpinan tersebut, Sri Mulyani pun menegaskan akan terus menjaga Direktorat Jenderal Pajak agar tetap fokus dalam menjalankan tugasnya mengejar penerimaan negara menjelang akhir tahun.
"Ini masa yang sangat kritis pada akhir tahun, namun juga sistem juga tetap dijaga kita terus berkoordinasi," terangnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo dikabarkan kemungkinan besar menunjuk Robertt Pakpahan sebagai Direktur Jendral Pajak. saat ini Robert menjabat Dirjen pengelolaan Pembiayaan dan Risiko di Kementrian Keuangan.
Seorang sumber di lingkungan sekretariat wakil presiden (Setwapres) memastikan jabatan Dirjen Pajak akan diputuskan melalui penunjukan langsung oleh presiden Jokowi. Saat ini, nama calon petinggi kolektor pajak itu diajukan ke TPA.
(agi)