Masa tenggang adalah waktu yang diberikan bank kepada nasabah untuk tidak dulu membayarkan pinjaman pokok dan/atau bunga sesuai kesepakatan.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, dari total luas perkebunan kelapa sawit seluas 11,9 juta ha, sekitar 41 persen atau 4,6 juta ha di antaranya merupakan kebun kelapa sawit rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tugas besar untuk meremajakan kelapa sawit seluas 4,6 juta ha ini harus dilakukan secara bersama-sama. Apabila 4,6 juta dibagi dengan 25 tahun, maka setiap tahun kita harus meremajakan 185 ribu ha,” ujar Darmin dalam acara Peremajaan Sawit Rakyat di Sumatera Utara, dikutip dari keterangan resmi, Senin (27/11).
Di Sumatera Utara sendiri, menurut dia, peremajaan kelapa sawit antara lain di Sumatera Utara sudah sangat mendesak. Dari total 470 ribu ha lahan sawit, seluas 350 ribu ha telah berusia tua. Usia yang tua, membuat produktivitas sawit rendah yakni kurang dari 10 ton per Tandan Buah Segar per tahun.
"Fasilitas KUR dengan bunga yang sebelumnya 9 persen menjadi 7 persen per tahun, kemudian grace periode selama lima tahun untuk KUR Khusus Peremajaan Perkebunan. KUR khusus ini akan mulai berlaku per 1 Januari 2018," terang dia.
Dalam keterangan terpisah, dua bank BUMN, yakni Bank Mandiri dan BNI telah menyatakan komitmennya guna menyalurkan KUR dengan skema khusus tersebut.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengaku telah memberikan komitmen KUR replanting kelapa sawit sekitar Rp20 miliar kepada 165 petani sawit dari kelompok Aek Raso Maju Bersama yang memiliki luas lahan 402 hektar di Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.
Adapun KUR berskema khusus ini, menurut dia, baru bisa dicairkan pada tahun depan ini memiliki jangka waktu maksimal 13 tahun dengan bunga 7% per tahun.
"Potensi industri kelapa sawit sendiri sangat besar, apalagi saat ini kelapa sawit tercatat menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar, selain migas," ujar Sulaiman.
Sulaiman pun optimis dapat memenuhi komitmen pembiayaan KUR ke sektor produktif sebesar 40% dari total portofolio KUR perseroan.
Hingga Oktober 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp10,5 triliun atau 81% dari target Rp13 triliun pada tahun ini.
Sementara itu, Direktur Kredit Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto menjelaskan, pada tahap awal, pihaknya akan memberikan pembiayaan kepada 60 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp819 juta.
"Dengan adanya program launching KUR Khusus Peremajaan Sawit Rakyat dengan bunga 7 persen serta dukungan BPDP, kami optimis, program serupa dapat diteruskan di daerah lain untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan dan energi,” terang Catur Budi Harto.
(agi)