Departemen Perdagangan AS dalam perkiraan kedua PDB pada Rabu (29/11) waktu setempat menjelaskan, pertumbuhan di kuartal tiga tersebut lebih tinggi sejak 2014 dan terdorong oleh pertumbuhan di kuartal dua sebesar 3,1 persen. Pejabat secara berkala memperbaharui statistik ekonomi ketika data lebih lengkap tersedia.
Perekonomian AS sebelumnya dilaporkan tumbuh pada laju 3 persen pada periode Juli-September. Ini adalah pertama kalinya sejak 2014, di mana ekonomi mengalami pertumbuhan 3 persen atau lebih selama dua kuartal berturut-turut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ekonom memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB kuartal ketiga akan meningkat menjadi 3,2 persen. Laju pertumbuhan yang cepat memperkuat perkiraan bahwa Federal Reserve menaikkan suku bunga bulan depan. Bank sentral AS saat ini tercatat telah meningkatkan biaya pinjaman dua kali tahun ini
Ketua Fed Janet Yellen menjelaskan, basis ekspansi ekonomi AS akan semakin luas ke berbagai sektor. Ia pun memperkirakan ekonomi AS akan terus ekspansif.
Para ekonom melihat pertumbuhan ekonomi AS antara lain turun didorong upaya Presiden Donald Trump dan rekan-rekan Republikan di Kongres melalui paket pemotongan pajak yang luas, termasuk mengurangi tingkat pajak penghasilan perusahaan menjadi 20 persen dari 35 persen.
Trump menginginkan pajak yang lebih rendah untuk mengangkat pertumbuhan PDB tahunan menjadi 3 persen secara berkelanjutan. Namun, stimulus fiskal akan datang saat ekonomi berada pada posisi penuh.
"Pemotongan pajak penghasilan korporat dan pribadi akan berdampak minimal terhadap pertumbuhan dalam jangka panjang," kata Kepala Ekonom di PNC Financial Gus Faucher di Pittsburgh. (agi)