Rasio elektrifikasi merupakan perbandingan antara jumlah penduduk yang bisa menikmati aliran listrik dengan total jumlah penduduk.
Menteri ESDM Ignatius Jonan mengaku, meskipun target rasio elektrifikasi nasional untuk tahun ini tercapai, beberapa daerah masih memerlukan perhatian dari pemerintah. Ia mencontohkan provinsi Papua yang masih memiliki rasio elektrifikasinya berkisar 48,5 persen dan provinsi Nusa Tenggara Timur masih di bawah 60 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Jonan, PT PLN (Persero) saat ini juga mengerjakan perluasan jaringan listrik untuk 10 ribu desa.
Tahun ini, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 92,75 persen. Target tersebut pun telah tercapai jika melihat realisasi di November. Namun, capaian itu masih di bawah target pemerintah hingga akhir 2019.
"Target rasio elektrifikasi nasional pada akhir periode pemerintahan itu 97 persen," terang Jonan.
Guna meningkatkan rasio elektrifikasi nasional, pemerintah terus mendorong program penyediaan listrik terutama yang berasal dari energi baru terbarukan yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2016 yang mendorong peningkatkan peran swasta dalam menggarap sektor listrik. Beleid tersebut menyebutkan pihak swasta bisa melakukan usaha penyediaan listrik yang terdiri dari pembangkitan, transmisi, distribusi, dan penjualan listrik ke konsumen dalam skala kecil. (agi)