Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, jumlah wisman yang masuk lewat Bandara Ngurah Rai pada September 2017 berjumlah 550.238 orang. Namun, pada bulan berikutnya berkurang hampir 87.975 menjadi 462.263 orang.
"Secara bulanan, jumlah wisman turun tipis, tapi secara tahunan meningkat," terang Suhariyanto, Senin (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kurang lebih dua bulan diberikan status siaga, Gunung Agung akhirnya erupsi pada bulan lalu. Namun, Suhariyanto belum bisa memprediksi secara pasti dampak erupsi tersebut kepada jumlah kunjungan wisman secara total ke Indonesia.
"Tapi kembali, dampak keseluruhan kepada perekonomian Bali tidak akan tinggi," tutur Suhariyanto.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang januari hingga Oktober 2017 naik 23,55 persen menjadi 11,62 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 9,4 juta.
Sementara, khusus Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,16 juta. Angka itu naik 11,33 persen dibandingkan Oktober 2016 sebanyak 1,04 juta.
"Tapi, jika dibandingkan dengan September 2017, jumlah wisman Oktober 2017 turun 4,54 persen," katanya.
Jika pada September jumlah wisman mencapai 1.213.640, namun pada Oktober hanya sebanyak 1.158.599. (bir)