Prima Cakrawala Abadi Patok Harga Saham IPO Rp155

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 08:24 WIB
Prima Cakrawala Abadi Patok Harga Saham IPO Rp155 PT Prima Cakrawala Abadi mematok harga penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dalam rentang Rp145 per saham hingga Rp155 per saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Prima Cakrawala Abadi mematok harga penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dalam rentang Rp145 per saham hingga Rp155 per saham.

Berdasarkan materi yang diperoleh CNNIndonesia.com, perusahaan bakal melepas 40 persen saham atau sekitar 466.666.700 saham baru ke publik.

Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraup dana hingga Rp72,33 miliar bila menggunakan harga teratas. Sementara itu, jika nantinya harga IPO yang ditetapkan di rentang terbawah, maka perusahaan hanya mendapatkan Rp67,66 miliar.

Adapun, sebagian besar atau sekitar 70 persen raihan dana IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. Rencananya, 20 persen dana akan digunakan untuk pembelian daging dari nelayan.

Sementara itu, perusahaan akan menggunakan 80 persen dari dana modal kerja untuk pembelian bahan baku, pembayaran utang usaha, beban produksi, beban pemasaran, dan acara pameran.

Selanjutnya, sisa raihan dana dari IPO sebesar 30 persen dari total keseluruhan akan dimasukan dalam pos pembiayaan investasi perusahaan. Beberapa kebutuhan investasi tersebut, diantaranya pembelian alat baru untuk meningkatkan efisiensi biaya proses produksi dan renovasi pabrik.

Kemudian, perusahaan juga berencana melakukan pembangunan fasilitas baru di Rembang, Tuban, Cirebon, Lampung, dan Belitung.

Mengutip lama resmi perusahaan, kegiatan usaha utama Prima Cakrawala bergerak dalam bidang industri produk perikanan, khususnya kepiting. Sejauh ini, perusahaan memiliki tiga pabrik yang berada di Semarang, Indramayu, dan Makassar.

Untuk penjualannya sendiri, perusahaan tak hanya menyasar domestik, melainkan juga pembeli dari luar negeri. Beberapa negara yang menjadi target penjualan Prima Cakrawala, antara lain Amerika Serikat (AS), Singapura, dan Bahrain.

Adapun, kinerja perusahaan hingga akhir Agustus 2017 menunjukan perbaikan dari sisi penjualan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan perusahaan naik menjadi Rp95,49 miliar dari sebelumnya Rp22,81 miliar.

Sayangnya, perusahaan masih membukukan rugi tahun berjalan hingga periode tersebut. Meski begitu, jumlah rugi perusahaan tercatat menurun dari Rp6,46 miliar menjadi hanya Rp3,55 miliar. (agi/agi)