Kenaikan kelompok anak-anak Himpunan Bank Negara (Himbara) tersebut menyusul rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sedang mendorong penambahan modal inti ketiga bank syariah itu.
Komisaris Utama PT Bank Syariah Mandiri, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Mulya Effendi Siregar mengatakan, bila ketiga anak usaha syariah Himbara tersebut resmi bergabung ke BUKU 3, tentu persaingan pasar bank syariah makin menarik, meskipun induk masing-masing akan melebur dalam holding jasa keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih rinci ia menyebut, persaingan antar sesama anak usaha syariah Himbara tersebut bisa berkontribusi pada peningkatan pangsa pasar bank syariah secara nasional yang saat ini baru di kisaran 5,44 persen per Agustus 2017 lalu.
"Coba dihitung, rasanya sekarang modal inti BNI Syariah masih jauh dari BUKU 3. Jadi, tahun depan, rasanya belum bisa dilakukan, tapi kami tentu menantinya," terang Mulya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, tengah mendorong BNI Syariah dan UUS BTN untuk melakukan penggabungan (merger) usaha, sehingga modal inti kedua perusahaan akan mencukupi untuk masuk ke BUKU III.
Sedangkan untuk BRI Syariah, sang induk disebut akan menambahkan modal ke anak usaha syariahnya itu sekitar Rp500 miliar sampai Rp1 triliun. Bersamaan dengan itu, BRI Syariah juga direncanakan akan menawarkan saham ke publik (Initial Public Offering/IPO) pada tahun depan.
Bersamaan dengan pembentukan holding BUMN sektor jasa keuangan, anak usaha bank BUMN juga bisa memperoleh suntikan modal lebih besar lantaran mendapat penjaminan modal dari holding yang didapat dari investor.
"Kalau sekarang masih belum bisa bicara lebih jauh karena harus tunggu arahan dari induk lebih dulu. Jadi, kami tunggu arahan saja," imbuhnya awal pekan ini. (bir)