"Kami lihat dinamikanya, tapi bisa ditambah," ungkap Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar, Sabtu (9/12).
Sejauh ini, perusahaan migas pelat merah itu mengklaim persediaan gas elpiji 3 kg terus disebar di seluruh Indonesia jelang perayaan natal. Menurut dia, Pertamina menggelontorkan kembali gas elpiji 3 kg sebanyak 520 ribu metrik ton, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Orang Kaya Diminta Tak Gunakan Elpiji 3 Kg |
Adapun, jumlah pom bensin di DKI Jakarta mencapai 270 titik. Apabila digabung dengan Jawa Barat dan Banten, maka jumlahnya menjadi sekitar 700 pom bensin.
Namun, tidak semua pom bensin menjual elpiji 3 kg, karena ada beberapa pom bensin di jalan tol yang tidak menawarkan tabung gas melon tersebut.
"Setiap titik bisa 200 tabung - 300 tabung, satu truk rata-rata 500 tabung - 600 tabung," jelas Iskandar.
Untuk harganya sendiri, Pertamina menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk gas elpiji 3 kg sebesar Rp16 ribu. Sementara, untuk elpiji 12 kg dijual dengan harga Rp144 ribu, bright gas 5,5 kg sebesar Rp69 ribu, dan bright gas 12 kg sebesar Rp146 ribu. (bir)