Direktur Pemasaran Muchammad Iskandar menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menghindari pembelian oleh pengecer atau agen yang memanfaatkan penjualan gas elpiji di SPBU. Sayangnya, perusahaan tak memiliki angka pasti untuk mengukur pembelian gas elpiji dalam jumlah wajar.
"Jadi, pengawasannya ya kan kelihatan. Kalau biasanya, misalnya bawa motor, tiba-tiba bawa satu gerobak ya tidak boleh," ungkapnya, Sabtu (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bawa satu gerobak ya tidak kami layani," tegasnya.
"Dan itu pun kami sampaikan contact center kalau masyarakat kesulitan di sekitar situ bisa ke SPBU," jelas Iskandar.
Perusahaan juga masih terus melakukan pendataan mengenai SPBU mana saja yang melayani pembelian spekulan, seperti agen dan pengecer tersebut. Misalnya saja, SPBU di Banjarmasin.
"Pihak kepolisian juga bergerak," imbuh dia.
Selanjutnya, masih ada beberapa daerah yang kekurangan gas elpiji, khusus di Pulau Jawa dan Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Kemudian, untuk di luar Jawa, seperti Sumatra Selatan dan Aceh.
"Di Aceh kemarin, tapi sudah reda," pungkasnya. (bir)