Penegasan itu dirasa penting, mengingat sejumlah proyek infrastruktur rawan korupsi dan cenderung tak sehat. “Jadi, kami berkomitmen, tata kelola dan anti korupsi akan dilakukan di semua lini,” ujarnya, kemarin.
Pemerintah, sambung Sri Mulyani, telah memastikan kemampuan keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai investor dapat merealisasikan proyek LRT Jabodebek hingga beroperasi pada 2019 nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan hal yang sama. Ia bilang, proses yang transparan akan terus dikedepankan dalam proyek ini. Diharapkan, proses yang transparan akan dapat dicontoh oleh proyek-proyek serupa di daerah lainnya.
Menteri Perhubungan Budi Karya berharap, ke depan, format pembiayaan baru yang tidak seluruhnya ditanggung pemerintah itu akan dapat diterapkan di wilayah lain, seperti Sulawesi Selatan, Surabaya, dan Bandung.
"Sekarang BUMN, bukan tidak mungkin ada kolaborasi antara BUMN dengan BUMD atau BUMN dengan swasta. Kami gembira dengan format baru yang digunakan ini," jelasnya.
Pemerintah mendukung proyek LRT Jabodebek melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor prasarana sebesar Rp1,4 triliun, serta PMN kepada KAI sebesar Rp7,6 triliun sebagai pemegang konsesi, operasi sarana dan prasarana proyek.
Adapun sebagai tambahan pembiayaan, akan ada pinjaman perbankan sebesar Rp18,1 triliun.