Ia bilang, kenaikan nilai investasi bisa terjadi bila ada perubahan pembelian gerbong kereta, rel lintas kereta, hingga pemanfaatan teknologi yang digunakan.
Selain itu, lamanya penggodokan proyek melalui studi-studi yang dilakukan juga turut memengaruhi jumlah anggaran yang dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu juga, PT INKA sudah ekspor ke beberapa tempat. Kalau nanti jadi dilaksanakan, konten lokalnya itu harus banyak," terangnya.
Kemudian, untuk rel lintas kereta, Budi bilang, pemerintah masih condong menggunakan jalur rel yang telah ada (exsisting). Sebab, hal ini bisa menghemat anggaran karena pemerintah tak perlu mengeluarkan 'kocek' untuk menambah rel baru.
"Tampaknya jalur yang akan ditetapkan adalah yang exsisting, tapi seperti apa masih kami diskusikan," katanya.
Kendati begitu, kata dia, sampai saat ini pembahasan proyek kereta berkecepatan sekitar 145-160 kilometer/jam dengan waktu tempuh sekitar 5,5 jam itu masih terus difinalisasi pemerintah melalui Kementerian/Lembaga (K/L) terkait.
Namun, Budi Karya ingin pembangunan ini setidaknya bisa dilakukan paling lambat pada pertengahan 2018 mendatang.