Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Sri Soelistyowati mengatakan, ada pergeseran perilaku konsumen di Indonesia.
"Mereka (kelas menengah) lebih memilih spend efek, dan misalnya ke depannya inflasi bisa dijaga, orang akan lebih melihat ke investasi saham," kata Sri saat Workshop Peningkatan Wawasan Statistik, di Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Share belanja online terhadap total konsumsi rumah tangga tidak sampai 1 persen, masih 0,89 persen jadi masih sangat sedikit," ujar Sri.
Tapi, kata Sri, ada kecenderungan, kelas menengah justru membelanjakan uang untuk urusan rekreasi.
"Rekreasi atau restoran lebih ke sana, tidak lagi konsumsi barang seperti handphone. Untuk fashion juga enggak terlalu banget," paparnya.
Melihat hal tersebut, Lis menyarankan agar pemerintah diharapkan memanfaatkan momentum pergeseran pola konsumsi tersebut dengan meningkatkan kualitas tempat wisata di dalam negeri, sehingga dapat mendorong konsumsi masyarakat.