Tito menjelaskan, kebijakan Amerika Serikat dapat menggoncang kondisi pasar modal global, termasuk Indonesia karena besarnya kekuatan negara tersebut. Pasar modal di tanah air pun menurut dia, perlu hati-hati, terkait pernyataan Trump.
"Terus terang, ini mengerikan karena dapat mempengaruhi financial market," ujarnya saat ditemui, di Jakarta Senin (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga meminta pemerintah untuk mewaspadai dampak dan gejolak yang akan terjadi dalam waktu yang terbilang panjang tersebut.
Di kesempatan yang sama juga Trump bakal memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel-Aviv ke Yerusalem. Ia juga menegaskan kembali kepada publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo situs suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif
"Yerusalem kini, dan harus terus menjadi tempat di mana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa," tutur Trump dalam pernyataan kontroversialnya. (agi)