Survei tersebut digelar menjelang perhelatan Hari Belanja Online Nasional 2017 terhadap 1.260 responden di Medan, Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Makassar. Shopback Indonesia sendiri merupakan platform penyedia cashback dari berbagai e-commerce di tanah air.
Country General Manager ShopBack Indonesia Indra Yonathan menjelaskan, hanya sekitar 30 persen orang saja yang tidak terpengaruh kebiasaan berbelanja offline-nya meski kerap berbelanja melalui internet. Hal ini, menurut dia, menunjukkan, sejauh mana belanja online mempengaruhi bisnis ritel konvesional yang akhir-akhir ini mengalami guncangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rudiantara Minta Harbolnas Bebas Kecurangan |
"Dari hasil survei yang kami adakan kepada 1.254 responden, harga dan diskon masih menjadi pertimbangan utama para konsumen saat berbelanja online," ujar Yonathan di media center Harbolnas 2017 di Plaza Agro, Jakarta, Selasa (12/12).
Menurut Yonathan, dari seluruh responden, sebanyak 49,9 persen responden wanita mengungkapkan harga dan diskon menjadi hal penentu utama. Sementara itu, 45,2 persen responden pria mengungkapkan hal yang sama.
Menurut dia, belanja online membuat 7,8 persen konsumen wanita meninggalkan kebiasaan berbelanja offline. Ini seiring banyaknya promo dan diskon yang ditawarkan lewat belanja online.
ShopBack juga mencatat bahwa wanita pertama kali melakukan pembelanjaan pertama mereka di ecommerce dengan membeli item di kategori fashion seperti baju atau sepatu. Bagi pria, gadget dan aksesorisnya menjadi yang lebih menarik.
Survei ini juga mengungkap bahwa 56,7 persen pembeli yang baru pertama kali mencoba belanja secara online menghabiskan lebih dari Rp250 ribu. (agi)