“Pada pekan ke-lima November 2017, rupiah melemah terhadap yen dengan angka 1,51 poin dan euro di angka 51,89 poin,” jelas Suhariyanto di Gedung BPS, Jumat (15/12).
Meski demikian, rupiah terbilang menguat terhadap dolar AS. Adapun, nilai apresiasi rupiah tercatat 0,24 persen ke Rp13.490 dari posisi sebelumnya, yaitu Rp13.523,07.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nilai ini seluruhnya kami himpun dari berbagai money changer (penukaran uang) di seluruh Indonesia. Makanya, nilai apresiasi dan depresiasi ini berbeda-beda di setiap wilayahnya,” imbuh dia.
Meski terapresiasi secara nasional, nyatanya ada beberapa daerah di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami depresiasi. Adapun, depresiasi terparah terdapat di Banten dengan besaran 0,35 persen.
Sayangnya, apresiasi terhadap dolar AS ini tak bertahan lama. Sebab, di pekan kedua Desember, rupiah mengalami depresiasi sebesar 0,44 persen jika dibandingkan pekan ke-lima November. Namun, di waktu yang sama, rupiah malah menguat terhadap yen dan euro.
“Dibanding pekan ke-lima November, nilai tukar rupiah terhadap yen dan euro menguat di pekan kedua Desember dengan nilai masing-masing 0,81 persen dan 0,16 persen,” pungkas Suhariyanto. (bir)