Pertamina memperkirakan, konsumsi BBM dan LPG akan mengalami peningkatan antara lain Premium dengan kenaikan sebesar 2 persen, Pertalite 12 persen, Pertamax 7 persen, Pertamina Turbo 15 persen, Dexlite 10 persen, Pertamina Dex 12 persen, Avtur 11,5 persen dan LPG 4 persen. Sementara Solar turun 6 persen karena pembatasan operasional angkutan barang pada H-3 sampai H+3 dan penurunan kegiatan angkutan industri.
"Sebagai ilustrasi, kebutuhan BBM dan non BBM selama masa Natal dan Tahun Baru berorientasi dari realisasi tahun lalu. Peningkatannya kami sesuaikan prediksinya dari prediksi lalu ditambah kenaikan sedikit dari tahun berjalan," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar melalui teleconference kepada awak media di Jakarta, Jumat (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SVP Fuel Marketing & Distribution Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto menambahkan perseroan akan melakukan sejumlah langkah guna mengamankan pasokan BBM. Pertama, meningkatkan stok BBM, LPG, dan Avtur di tingkat Terminal BBM, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), dan depot LPG.
"Kerosene (minyak tanah) untuk daerah yang belum dikonversi mengalami peningkatan seperti di Indonesia Timur, banyak daerah yang merayakan natal tumbuh 3 persen dari 1.630 kl menjadi 1.685 kl,"ujarnya.
Adapun volume LPG dalam situasi normal di Desember 23,02 ribu metric ton. Sementara untuk natal dan tahun baru naik menjadi 23.900 metrikton.
"Peningkatan stoknya sudah dimulai sejak 1 Desember hingga 17 Desember," ujarnya.
Kedua, meningkatkan stok BBM di SPBU dan stok LPG di Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), Agen hingga Pangkalan LPG.
Ketiga, penambahan mobil tangki, agen/pangkalan siaga LPG, serta menyiagakan kantong SPBU dan SPPBE di jalur wisata dan daerah rawan kemacetan. Setidaknya terdapat 35 SPBU kantong dan 51 SPPBE kantong yang disiagakan dengan sebaran di Sumsel, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim.
Kemudian keempat, penyiapan layanan khusus KiosK Pertamax, mobile dispenser unit, BBM kemasan di SPBU, dan motor/mobil pengantar kemasan BBM di beberapa titik yang rawan kemacetan dan jauh dari SPBU.
Sebanyak sembilan titik KiosK Pertamax yang telah disiapkan antara lain di SPBU rest area Tol Cipali dan pantura Kota Tegal, serta 5 titik mobil tangki dispenser di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, 15 titik motorist BBM kemasan di jalur Pantura Jabar dan Jateng dan Sumatera.
Untuk kelancaran tim satgas, perseroan juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait diantaranya Kemenhub, Polri, Kemen ESDM, BPH Migas, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan BPJT.
Perseroan juga mengkomunikasikan berbagai informasi yang memudahkan masyarakat melalui media, sosial media, aplikasi Pertamina GO, serta layanan kontak Pertamina 1 500 000.
Khusus LPG, menurut SVP Non Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra, Pertamina akan memastikan pasokan LPG aman dengan menyiagakan 2.528 agen dan 23.848 pangkalan LPG di seluruh Indonesia.
Serta, berkoordinasi dengan pemda dan instansi terkait apabila diperlukan tambahan pasokan melalui operasi pasar LPG 3 kg.
“Kami memperkirakan terjadi peningkatan konsumsi hingga 4 persen dari rata-rata normal, dengan kondisi puncak pada 26-30 Desember 2017” jelas Basuki. (agi)