“Lima tahun ke depan ada US$130 miliar peluang di negara kita (ekonomi digital). Gede sekali, kalau dirupiahkan berapa? Peluang ini yang saudara bisa masuk secepatnya,” ujar Jokowi di Sabuga, Bandung, Senin (18/12).
Menurut Jokowi, kini zaman sudah berubah. Untuk itu, digital ekonomi menjadi potensi yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi lantas membandingkan usaha mebel yang dibangun dan dibesarkan sejak 27 tahun lalu dengan usaha digital ekonomi, seperti Tokopedia dan Amartha yang berumur tidak sampai setengahnya.
“Mereka punya bisnis brand value sampai bermiliar-miliar. Saya paling tidak sampai Rp30 miliar. Ini kesempatan anak muda terjun ke ruang bisnis besar terutama digital ekonomi, karena diberi kesempatan besar,” tuturnya.
"Kita terbuka peluang sangat besar. Dengan cara baru bukan jadul yang saya lakukan," ucap mantan Wali Kota Solo ini.
Jokowi menyadari, memulai usaha memang bukan hal mudah. Kegagalan pasti akan dirasakan setiap wirausaha. Namun, ia meminta generasi muda tidak menyerah.
“Yang paling penting pertama ubah paradigma setelah kuliah mau apa. Janga sampai semua jadi pegawai,” tuturnya. (agi)