CEO Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, target pertumbuhan laba bersih yang stagnan tahun depan karena perusahaan melihat prospek usaha tak jauh berbeda dengan tahun ini, meski ada perbaikan. Sehingga, dari sisi pendapatan pun diperkirakan hampir sama.
Di sisi lain, beban usaha dipastikan meningkat lantaran perusahaan perlu menggelontorkan dana untuk pembangunan sejumlah pelabuhan yang ditargetkan membutuhkan asupan dana setidaknya dalam dua tahun ke depan.
"Jadinya sekitar Rp4,5 triliun pada 2018, kemudian Rp3,8 triliun pada 2019 (untuk beban usaha berupa pembangunan pelabuhan)," ujar Ari, sapaan akrabnya, Selasa (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, perusahaan akan kembali melanjutkan langkah efisiensi yang telah dilakukan pada tahun ini, demi mengompensasi beban usaha yang terus meningkat.
Ia bilang, efisiensi ini terbilang berhasil. Sebab, perusahaan mampu menghemat pengeluaran dari sekitar 38 pos dengan nilai mencapai Rp324 miliar sejak Januari-Oktober kemarin. Namun, ia memastikan, efisiensi tersebut tak mengganggu kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Sementara per Oktober lalu, perusahaan pelat merah itu berhasil mengumpulkan laba bersih mencapai Rp1,67 triliun. Angka itu tercatat meningkat 1,2 kali lipat dari capaian tahun sebelumnya. Sedangkan laba usaha secara keseluruhan sebesar Rp2,5 triliun atau meningkat 29,6 persen.
Adapun perolehan pendapatan dan laba sepanjang Januari-Oktober 2017 ditopang oleh pertumbuhan penjualan layanan jasa kepelabuhan sekitar 16 persen dan arus peti kemas yang tumbuh 7 persen hingga mencapai 4 juta TEUs. (lav)