"Pembahasannya belum," ungkapnya singkat, Rabu (20/12).
Padahal, rencana ini telah ia gaungkan sejak Sandiaga masih menjadi salah satu kandidat Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Anies Baswedan.
"Nanti akan kami sampaikan kalau pembahasannya sudah mulai diinisiasi," terang Sandiaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu pada pernyataan Sandiaga pada April lalu, ia mengklaim penjualan saham Pemprov DKI Jakarta akan direalisasikan saat dirinya sudah resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Ini sebagai bagian rekonsiliasi, kami akan tunjuk investment banker yang paling mumpuni yaitu Multidana Reksa atau Bahana yang biasa mengkaji penjualan," ujar Sandiaga.
Ketika rencana penjualan saham perusahaan bir itu diungkapkan, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) pun angkat bicara. Direktur Utama BEI meminta agar Sandiaga tidak sesumbar karena akan membuat pasar bergejolak.
"Kalau tiba-tiba tidak jadi, ada sanksi loh karena dia (Sandiaga Uno) telah membuat pasar bergejolak. Sanksi bisa administrasi, denda, dan peringatan," kata Tito waktu lalu. (lav)