Peresmian ini dilaksanakan di PLTMG Nabire, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, Rabu(20/12), kemarin. Dalam sambutannya, Jokowi mengakui sulitnya membangun kelistrikan di Tanah Papua. Namun, hal tersebut harus menjadi semangat untuk tetap menerangi negeri. Terlebih, listrik merupakan kunci bagi investasi di Papua.
"Memang, tidak mudah mengerjakan listrik di Papua. Medannya sangat berat sekali. Namun, seberat apapun medan harus bisa kita taklukan dan desa-desa harus terang benderang," ujar Jokowi dalam keterangan resmi yang dirilis PT PLN (Persero), Kamis (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan masa konstruksi delapan bulan dan menyerap tenaga kerja hingga 479 orang, pembangkit sudah mulai dioperasikan di sistem Nabire sejak 8 Desember 2017 lalu.
Proyek yang mempunyai nilai investasi sebesar Rp866 miliar ini telah beroperasi sejak 24 November 2017 dengan masa konstruksi selama 7,5 bulan. Tercatat, jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 538 orang.
"Masuknya PLTMG Jayapura 50 MW akan meningkatkan kurang lebih 60 persen daya mampu di Sistem Jayapura dan berpotensi menambah kurang lebih 62 ribu pelanggan baru," katanya.
Dengan masuknya listrik dari PLTMG MPP Jayapura sebesar 50 MW, sistem kelistrikan Jayapura dapat menyuplai sebesar 205 MW. Sementara, masuknya listrik dari PLTMG MPP Nabire sebesar 20 MW, maka sistem kelistrikan Nabire dapat menyuplai sebesar 42 MW.
"Pembangunan PLTMG ini menjawab kerinduan masyarakat Kabupaten Nabire akan kebutuhan energi listrik di Kab. Nabire. Kami berkeyakinan, PLTMG ini pemerintah daerah dan PLN pada 2018 akan berupaya memperluas jaringan sejumlah kampung dan distrik. Kami minta agar listrik di sini nyala terus," kata Bupati Nabire Isaias Douw.
“Dan, seluruh sistem besar kelistrikan PLN juga telah mengalami surplus daya listrik, bahkan beberapa di antaranya mempunyai reserve margin lebih dari 30 persen," ucap Sofyan.
Tingkatkan Rasio Elektrifikasi
Selain meresmikan dua pembangkit listrik, dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga meluncurkan 74 desa berlistrik baru. Dengan diluncurkannya desa berlistrik baru, maka total desa berlistrik yang telah teraliri listrik, yakni 191 desa pada 2017.
Made mengungkapkan, untuk 74 desa total unvestasi yang dilakukan PLN sebanyak Rp150 milyar dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang sudah tersambung di 74 desa tersebut sebanyak 1040 KK. Potensi pelanggan yang belum tersambung 2700 KK.
Untuk melistriki satu KK, membutuhkan biaya Rp150 juta per KK. Hal ini disebabkan beratnya geografis desa yang akan dilistriki. (bir)