Pembiayaan sindikasi tersebut diberikan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, serta PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia atau SMBC.
Namun, masing-masing pemberi pembiayaan enggan menyebut besaran dana yang diberikan. Yang pastinya, ketiganya kompak mengklaim bahwa suku bunga yang diberikan di bawah rata-rata bunga kredit komersial perbankan dengan tenor pembiayaan diberikan selama 30 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, dana pengadaan itu terdiri dari penyiapan sarana hingga perjanjian layanan pemeliharaan (maintenance service agreement/MSA) dengan PT Kerata Api Indonesia (Persero) sekitar lima tahun ke depan. Sedangkan sisanya, sekitar Rp1,15 triliun akan ditutup dari kas internal perusahaan.
“Kami harap, bisa terkejar sekitar 16 bulan (pengerjaan) kalau dari sekarang. Ini sudah bisa sign (kesepakatan). Lalu, bulan depan bisa kontruksi untuk sarana, dan April 2019 sudah bisa siap,” terang dia.
Ia melihat, pembiayaan sindikasi ini merupakan bukti kerja sama antar semua kalangan dalam menyukseskan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama pada proyek LRT Jabodebek.
Selain menjadi penyedia pengadaan trainset untuk LRT Jabodebek, INKA juga mengadakan trainset bagi proyek LRT Palembang yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (bir)