Perkiraan inflasi tersebut berada dibawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar 4,3 persen, tetapi lebih tinggi dari inflasi sepanjang tahun lalu sebesar 3,02 persen.
Kepala Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Tbk Juniman memperkirakan, inflasi pada Desember mengalami peningkatan, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini lantaran adanya lonjakan permintaan barang dan jasa karena perayaan Natal dan Tahun Baru, serta liburan panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juniman menjelaskan, selain beberapa harga pangan, tekanan kenaikan harga terjadi pada tarif jalan tol, tarif pesawat, tarif kereta api, tarif hotel, rokok, sewa rumah, dan kontrak perumahan.
"Kami memperikan inflasi inti pada Desember 2017 bisa mencapai 0,24 persen (mom), lebih tinggi dibanding November. Inflasi inti secara tahunan pada bulan Desember juga diperkirakan akan meningkat menjadi 3,06 persen," terang dia.
"Dengan demikian, kami menurunkan proyeksi inflasi sebesar 3,2 persen hingga 3,4 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,65 persen," kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebut, hasil survei Bank Indonesia hingga pekan keempat Desember mencatatkan inflasi sebesar 0,61 persen. Dengan hasil survei tersebut, BI pun memperkirakan inflasi hingga akhir tahun lalu berada di bawah 3,5 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga memperkirakan inflasi sepanjang tahun lalu bakal berada dikisaran 3,1 persen. (agi)