Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, jumlah penumpang pesawat total dari 18 Desember 2017 (H-7) sampai dengan 2 Januari 2018 (H+1) tercatat 5,3 juta orang atau meningkat 6 persen dibandingkan periode sama 2016/2017 yang tercatat 5 juta orang.
"Untuk penumpang domestik pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini dari 35 bandara yang dipantau berjumlah 4,6 juta orang, meningkat 7,34 persen dibandingkan masa angkutan tahun lalu sebanyak 4,3 juta orang," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Rabu (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, penumpang internasional mengalami sedikit penurunan 1,83 persen yaitu dari 737.016 penumpang pada periode lalu menjadi 723.560 orang pada periode tahun ini.
Sebanyak 35 bandara domestik yang dipantau tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (CGK), Kualanamu Internasional Medan, I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, SAMS Sepinggan Balikpapan, Adisutjipto Yogyakarta, Adi Soemarmo Solo, Ahmad Yani Semarang, Syamsudin Noor Banjarmasin, Sam Ratulangi Manado, Supadio Pontianak, Hang Nadim Batam, El Tari Kupang, Depati Amir Pangkal Pinang, Internasional Lombok Praya, Juwata Tarakan, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.
Sedangkan tujuh bandara internasional yang dipantau adalah Bandara Soekarno- Hatta Jakarta (CGK), Kualanamu Internasional Medan, I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, Adisutjipto Yogyakarta dan Husein Sastranegara Bandung.
Agus mengaku puas dan berterima kasih atas kinerja penyelenggara penerbangan nasional sehingga penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun 2017/2018 berjalan dengan lancar hingga saat ini.
"Saya ucapkan terima kasih pada pengelola bandara, maskapai penerbangan, penyelenggara navigasi penerbangan dan masyarakat sehingga bisa berjalan dengan selamat, aman dan nyaman. Kami masih menunggu hingga H+7 dan nanti akan melakukan evaluasi agar penyelenggaraan tahun depan bisa berjalan lebih baik lagi," ujarnya. (gir)