Dalam informasi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan menyebut jika proyek LRT Jakarta akan dikerjakan oleh pemegang saham Ratu Prabu Energi, yaitu PT Ratu Prabu.
"Ratu Prabu Energi tidak memiliki kaitan dengan proyek LRT. Pemegang proyek LRT akan dilakukan oleh Ratu Prabu selaku pemegang saham Ratu Prabu Energi," tulis manajemen, dikutip Senin (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, rencana ini juga disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Pasalnya, Ratu Prabu Energi disebut telah berdiskusi dengan Sandi perihal rencana tersebut.
Ia mengakui dana investasi yang ditawarkan oleh perusahaan berbasis energi ini tidak kecil. Maka dari itu, Ratu Prabu Energi akan melibatkan investor asing dari Korea, China, dan Jepang.
Sandi juga mengungkapkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah mendengar rencana Ratu Prabu Energi. Rini pun meminta pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta meneliti terlebih dahulu keinginan perusahaan tersebut.
"Dia bilang kalau ada pihak swasta mau bangun pakai dana sendiri, tanpa bantuan pemerintah, kami tetap harus kaji," terang Sandi.
Adapun, harga saham perusahaan seakan tidak terpengaruh oleh pemberitaan pembangunan LRT Jakarta. Sejak BEI membuka suspensi saham Ratu Prabu Energi pada 13 Juli 2017, harga saham perusahaan tak bergerak dari level Rp50 per saham. (agi)