Kepala Divisi Pengembangan Investor BEI, Irmawati Amran menjelaskan, startup tersebut bergerak dalam bisnis teknologi informasi (financial technology/fintech) jenis investasi dan perdagangan (investment dan trading).
Perusahaan ini disebut telah sesuai dengan kriteria perusahaan startup untuk IPO dengan memiliki aktiva berwujud bersih (Net Tangible Assets) sebesar Rp5 miliar.
"Jadi potensi ada, tapi saat ini kami persiapkan perusahaan itu dalam hal Good Corporate Governance (GCG)," kata Irmawati, Kamis (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah untuk IPO mereka ini juga GCG, maksudnya harus ada direktur independen dan sekretaris perusahaan misalnya," terang Irmawati.
Kendati masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, tetapi Irmawati mengaku sudah mempertemukan startup tersebut dengan perusahaan sekuritas yang tertarik untuk menjadi penjamin emisi efek (underwriter).
"Direktur utamanya (perusahaan sekuritas) sudah mau, sudah bilang iya kalau mereka mau bikin persiapan GCG supaya bisa go public," jelas dia.
Di sisi lain, lajut Irmawati, pihaknya juga terus mencari investor untuk mengembangkan startup binaan BEI untuk mengembangkan program perusahaan dan melangkah ke lantai Bursa.
Menurutnya, investor ini terdiri dua jenis, yakni angle investor atau investor perorangan dan venture capital atau perusahaan modal ventura. Sementara, penggalangan dana di pasar modal dengan IPO juga merupakan jalan keluar (exit) bagi perusahaan modal ventura.
"Kan sebenarnya perusahaan modal ventura juga beli saham," tutup Irmawati. (lav)