Ekspor Perikanan RI Tumbuh Lebih Kencang Dibanding China

Agustiyanti , CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 04:30 WIB
Ekspor Perikanan RI Tumbuh Lebih Kencang Dibanding China Tren pertumbuhan nilai ekspor Indonesia di sektor perikanan dalam lima tahun terakhir (2012-2016), lebih tinggi dibandingkan China dan negara ASEAN lainnya. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, tren pertumbuhan nilai ekspor Indonesia di sektor perikanan dalam lima tahun terakhir (2012-2016), lebih tinggi dibandingkan China dan sejumlah negara ASEAN lainnya.

Berdasarkan data KKP yang baru dirilis, selama lima tahun terakhir, rata-rata ekspor Indonesia tumbuh 2,31 persen setiap tahunnya. Sementara itu, ekspor China tumbuh 2,29 persen per tahun, Vietnam 1,45 persen per tahun, dan Filipina naik 0,31 persen per tahun.

Sementara itu, Singapura, Malaysia, dan Thailand justru mencatatkan penurunan ekspor di sektor tersebut. Singapura turun 0,66 persen, Malaysia turun 3,52 persen, dan Thailand turun 7,73 persen.

Di sisi lain, secara volume, ekspor Indonesia justru turun 3,23 persen per tahun. Penurunan volume disebabkan oleh meningkatnya harga ekspor, produk memiliki nilai tambah, dan produk yang mengalami penurunan volume berada dari produk yang memiliki harga rendah.

Pada periode yang sama, impor produk perikanan Indonesia rata-rata mencatatkan penurunan sebesar 1,89 persen per tahun. Hasilnya, surplus neraca perdagangan untuk sektor perikanan tumbuh 2,67 persen per tahun, lebih tinggi dari China maupun negara-negara pesaing lainnya.

Kendati demikian, secara nominal, surplus neraca perdagangan Indonesia di sektor perikanan masih kalah jauh dibandingkan China. Pada tahun 2016 misalnya, surplus neraca perdagangan Indonesia di sektor tersebut sebesar US$3,69 miliar, sedangkan China sebesar US$11,45 miliar.

Adapun negara pesaing lainnya, Thailand mencatatkan surplus US$2,45 miliar, Vietnam surplus US$617,88 juta, Filipina US$386,79 juta. Sementara itu, Malaysia dan Singapura mencatatkan defisit masing-masing US$262,53 juta dan US$779,75 juta. (agi)