Pasalnya, impor beras dengan volume 500 ribu ton yang saat ini dilakukan ditujukan untuk menstabilkan harga beras di pasaran.
"Dengan impor ini, maka sekaligus saya berikan warning (peringatan) kepada seluruh pemain beras, jangan pernah menimbun dan menyimpan beras," ujar Enggar dalam acara silaturahmi media di Gedung Kementerian Perdagangan, Jumat (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, ini solusi yang temporary sampai kondisi harga stabil, dan stok mulai panen," imbuh Enggar.
"Saya buat regulasi, saya undang mereka. Sekarang, harga di pasar induk Rp15 ribu dan tidak lebih dari Rp22 ribu di pasar eceran. Sambil kami persiapkan untuk kami produksi di dalam negeri," terangnya.
Namun, impor ini akan dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Di samping itu, ia memastikan bahwa kualitas beras khusus ini mirip dengan beras yang diproduksi dalam negeri, yaitu varietas IR64.
“Kami menjamin, nanti beras khusus itu akan kami jual dengan harga beras medium,” pungkas Enggar. (bir)