Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan, Kepala Negara mendorong agar masyarakat menggunakan kendaraan listrik lebih banyak lagi. Saat ini, kendaraan listrik, seperti motor dan mobil listrik sudah mulai banyak diproduksi.
Ia menyebutkan, beberapa produsen sudah gencar berproduksi, seperti merek Viar yang saat ini sudah berjalan produksinya dan Gesits yang enam bulan ke depan sudah mulai produksi.
"Sekarang Kami lihat sepeda motor listrik ini penting karena penjualan sepeda motor mencapai delapan juta unit setahunnya. Kalau bisa ini didorong makin baik (penggunaan sepeda motor listrik)," terang Jonan pada sambutannya di acara Festival Iklim 2018 di Jakarta, Selasa (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu ditujukan untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik. Ia mencontohkan mobil listrik dengan merek Tesla seri S kelasnya setara dengan Mercedez Benz seri S-Class. Jika masuk ke Indonesia harganya Jonan taksir mencapai Rp4 milyar.
Senada dengan Jonan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Broedjonegoro mengatakan pemerintah harus memberikan insentif untuk mendorong penggunaan mobil listrik.
Pasalnya, Bambang menilai, harga mobil listrik masih belum kompetitif dibanding dengan mobil yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kalau itu mau ekonomis, ya memang harus ada insentif. Kalau melihat pada biaya yang aslinya plus pajak dan bea masuk dia masih belum kompetitif dibandingkan mobil yang tidak listrik," terang Bambang.
Insentif untuk mobil listrik menurutnya sangat diperlukan agar bisa dikembangkan di Indonesia. (lav/bir)