"Kami tidak khawatir ekspor CPO ke Uni Eropa diblok. Yang kami lakukan sekarang, diversifikasi produk ekspor, buka pasar baru," ujarnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (18/1).
Menurut Enggar, Eropa bakal kesulitan jika kebijakannya menutup pintu masuk bagi produk minyak kelapa sawit diterapkan. Pasalnya, selama ini, kebutuhan CPO Eropa sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketergantungan untuk sawit itu tinggi sekali. Derivatifnya (turunan produk) itu banyak sekali. Kalau sekarang tiba-tiba dihentikan bagaimana dengan sabun," imbuh Enggar.
Putusan parlemen Uni Eropa terkait disahkannya proposal energi yang menghapus penggunaan biodiesel dari kelapa sawit tidak akan memengaruhi hubungan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa.
Terutama, di tengah guliran perundingan Indonesia – Europe Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I – EU CEPA). Bahkan, ekspor CPO ke Eropa di tahun 2017 tercatat meningkat.
Seluruh politisi Uni Eropa mendukung "Report on the Proposal for a Directive of the European Parliament and of the Council on the Promotion of the use of Energy from Renewable Sources" dalam pemungutan suara di kantor Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis, Rabu (17/1). (bir)