Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman menjelaskan, kemungkinan besar pemerintah akan membayar 50 persen dari total sisa utang sebesar Rp20 triliun atau Rp10 triliun di tahun ini.
"Jadi yang subsidi itu, pembayaran akan dicicil tahun 2018 dan 2019," terang Arief, Kamis (18/1).
Kendati demikian, Arief mengaku, jumlah pembayaran tahun ini bisa saja berubah. Hal ini akan bergantung pada kondisi keuangan negara dan persediaan alokasi dana pembayaran utang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Arief mengklaim, pemerintah telah melunasi seluruh utang pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk TNI sekitar Rp8 triliun.
Sebelumnya, VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito sempat menyebut, pihaknya memang membutuhkan dana tersebut untuk pengembangan kilang yang mencapai US$5 miliar-US$6 miliar.
Berdasarkan pengakuan Menteri Keuangan Sri Mulyani, subsidi migas memang membengkak sejalan dengan meningkatnya ICP. Pasalnya, pemerintah hanya memasang asumsi ICP pada APBNP 2017 sebesar US$48 per barel. (agi)