VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengungkapkan, kenaikan itu dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Sebagai gambaran, tahun lalu, harga minyak mentah dunia masih di bawah US$50 per barel. Awal tahun ini, harga minyak mentah dunia telah melampaui US$60 per barel.
"Alasan kenaikan (harga Pertalite dan Dexlite), kan harga bahan bakunya naik," ujar Adiatma saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk menahan harga BBM penugasan untuk periode 1 Januari 2018 hingga 31 Maret 2018. Harga premium di luar wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) saat ini dijual dengan harga Rp 6.450 per liter dan harga solar subsidi Rp 5.150 per liter, sedangkan harga premium dan solar di wilayah Jamali ditetapkan oleh Pertamina sesuai ketentuan pemerintah. (agi)