Menurut Roy, keengganan peritel berganti baju menjadi bisnis online karena perasaan masih nyaman dengan bisnis konvensional yang ditekuninya.
"Mereka masih nyaman dengan toko offline-nya karena mungkin itu turun temurun," ujar Roy dalam Konferensi Pers Internet Retailing Expo Indonesia di Jakarta, Rabu (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, alasan ritel konvensional yang enggan menambah atau berpindah ke online tersebut karena sudah memiliki pelanggan yang tetap. Sehingga, mereka nyaman dan belum merasa perlu untuk menambah saluran distribusi baru.
Apalagi, kebanyakan dari mereka termasuk ritel-ritel kecil yang menjual barang-barang kebutuhan pokok atau grosir. Mereka juga kebanyakan berada di daerah-daerah.
Roy mengaku, asosiasi terus mendorong peritel-peritel tersebut untuk menambah atau bertransformasi ke platform online, terutama kepada peritel lokal yang berada di seluruh Indonesia.
"Kami akan terus dorong dengan perwakilan kami di daerah. Saat ini, sudah ada 27 perwakilan daerah, dan di kuartal pertama mudah-mudahan hal ini bisa tercapai di ke-34 propinsi, agar" pungkasnya. (bir)