Direktur Utama Aneka Tambang, Arie Prabowo menjelaskan, komoditas emas menyumbang nilai penjualan terbanyak, yakni Rp7,37 triliun. Angka itu berkontribusi 59 persen dari total penjualan Antam.
"Peningkatan penjualan emas sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus melakukan perluasan pasar dan pengembangan produk emas Logam Mulia," papar Arie dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (30/1).
Arie menambahkan, emiten berkode ANTM ini mencatatkan volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.967 kilogram (kg) sepanjang tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai penjualan feronikel pada tahun 2017 naik 14 persen dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp2,78 triliun," kata Arie.
Selanjutnya, perusahaan meraup pendapatan dari penjualan bijih nikel sebesar Rp1,32 triliun. Sementara, pada tahun 2016 penjualan bijih nikel hanya sebesar Rp295 miliar. Artinya, penjualan bijih nikel Antam melonjak hingga 347 persen.
"Untuk bauksit Antam mencatatkan pendapatan sebesar Rp398 miliar, naik 283 persen dibandingkan nilai penjualan bauksit pada tahun 2016 sebesar Rp104 miliar," tutur Arie. (lav/bir)