Ketua GAPMMI Adhi Lukman mengatakan, angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan industri mamin 2016 yang mencapai 8,46 persen. Hal ini disebabkan pertumbuhan industri mamin yang rendah saat momen Lebaran 2017.
"Pertumbuhan saat kuartal II 2017 saja hanya tujuh persen lebih, karena Lebaran tidak melonjak. Ternyata di Lebaran tahun lalu tidak sebaik sebelum-sebelumnya," papar Adhi, Selasa (30/1).
Namun begitu, pertumbuhan industri mamin khusus kuartal III 2017 tercatat cukup tinggi, yakni 9,46 persen. Sementara itu, akumulasi pertumbuhan industri mamin sejak Januari 2017 hingga akhir September 2017 masih lebih tinggi dari pertumbuhan industri secara keseluruhan yang hanya 5,49 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peran subsektor industri mamin merupakan yang terbesar dibandingkan subsektor lainnya yaitu sebesar 34,95 persen pada kuartal III 2017," ucap Panggah.
"Neraca perdagangan jadi positif bila dibandingkan dengan impor produk mamin pada periode yang sama sebesar US$9,88 miliar," terang Panggah.
Lebih lanjut, Panggah menyebutkan industri mamin berkontribusi sekitar 6,21 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional kuartal III 2017.
"(Kontribusi terhadap PDB kuartal III 2017) naik 3,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016," pungkas Panggah. (lav/bir)