Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, berdasarkan hitungan kasar tim di BKPM, total investasi dalam bisnis e-commerce tahun 2017 mencapai US$4,8 miliar. Angka itu setengah dari total investasi di sektor migas sepanjang tahun lalu sebesar US$9 miliar.
"Kalau dilihat, total Penanaman Modal Asing (PMA) antara US$25-US$35 miliar. Kalau investasi e-commerce sudah US$5 miliar, ini porsi sangat besar dan pertumbuhannya tinggi," ucap Lembong, dikutip Rabu (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, angka itu belum masuk dalam data BKPM hingga akhir tahun 2017. Lembong merasa pihaknya sulit dalam mendata sejumlah investasi di sektor e-commerce dan tidak mudah untuk mengklasifikasikan jenis usaha dari bisnis e-commerce.
"Bisnis e-commerce ini sangat beragam. Misalnya apa Go-Jek ini portal atau transportasi," imbuh Lembong.
"Jadi ini juga suatu pendataan yang hemat saya perlu dibenahi dalam satu sampai tiga tahun ini," terang Lembong.
Kendati sudah marak selama dua tahun terakhir, tetapi Lembong mengaku belum memiliki data pasti jumlah investasi perusahaan e-commerce sepanjang tahun 2016. Maka dari itu, pihaknya akan bersikap tegas kepada perusahaan e-commerce untuk melaporkan agar pendataan di BKPM terkait perusahaan e-commerce segera rampung.
"Jadi sekarang dalam beberapa minggu ini kami akan surati, kami kejar perusahaan dan investor untuk menyampaikan laporan formal," tegas Lembong. (gir)