Krisis BBM di Karimunjawa mulai dirasakan sejak 18 Januari 2018 dimana di SPBU dan sejumlah pengecer tidak punya stok BBM. Pertamina sendiri terakhir kali mengirimkan pasokan BBM ke Karimunjawa pada 13 Januari lalu.
Tidak hanya BBM, kelangkaan juga terjadi pada pasokan elpiji ukuran 3 kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya Pertamina itu cekatan. Begitu ada kendala cuaca buruk di awal, langsung mencari solusi cepat menangani. Ini salah satu kebutuhan utama masyarakat lho, tidak bisa dianggap main-main. Segera begitu cuaca memungkinkan, langsung kirim", kata Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Masruhan Samsurie, Rabu (31/1).
Senada dengan Masruhan, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Ngargono justru mencap kalau keterlambatan pasokan BBM ke Karimunjawa sebagai kelalaian Pertamina dalam hal ini Marketing Operation Region (MOR) IV wilayah Jawa Tengah-Yogyakarta.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mendesak agar Pertamina membuat bunker di Karimunjawa untuk menampung stok BBM sebagai langkah antisipasi kendala pengiriman.
"Pertamina harus segera buat bunker. Kapastitasnya berapa, harus memenuhi kebutuhan sementara masyarakat saat itu mungkin untuk beberapa pekan. Tapi saya mendapat informasi kalau akan dikirim hari Rabu (31/1) ini karena mau dikirim kemarin kondisi cuacanya masih buruh", terang Ganjar. (gir/bir)