Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, lonjakan inflasi ini utamanya disebabkan oleh komoditas beras yang memberikan andil sebesar 0,24 persen terhadap inflasi bulan Januari. Maka dari itu, tak heran jikainflasi bahan pangan bergejolak (volatile food) bulan lalu tercatat 2,58 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,47 persen.
Meski demikian, menurut dia, inflasi ini masih lebih rendah dibanding Januari 2017 yakni 0,97 persen. Bahkan, infasi secara tahunan ini masih lebih baik dari tahun lalu yaitu 3,49 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suhariyanto, harga beras medium Januari di tingkat penggilingan yang dibanderol Rp10.177 per kilogram (kg) atau naik 6,83 persen dibanding bulan sebelumnya. Akibatnya, harga beras grosir naik sebesar 3,7 eprsen dan harga beras eceran pun naik 6,25 persen.
"Selain itu, bawang merah juga tercatat menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen," kata dia.
Meseki golongan volatile food jadi momok inflasi bulan lalu, setidaknya inflasi dari segi harga barang-barang yang diatur pemerintah (administered prices) mencatat deflasi 0,15 persen dan komponen inflasi inti ada di angka 0,31 persen.
"Dan ada potensi deflasi dari komponen transportasi di awal tahun ini karena kemarin high season liburan di akhir tahun sudah selesai," ujar dia (agi/agi)